Terapi Kelompok Psikodrama untuk Masalah Isolasi Sosial: Apa, Bagaimana, Tujuan dan Teknik

Untuk yang sempat pernah dengar istilah psikodrama kemungkinan terpikirkan jika ini sebagai salah satunya istilah pada seni sinetron atau atraksi. Tidak boleh salah, psikodrama sebagai salah sistem therapy dalam psikologi.

Program perawatan kesehatan psikis dan kejiwaan yang dilakukan dalam rumah sakit di penjuru dunia sudah ditambah dan diperbaharui sepanjang tahun-tahun ini. Sudah dilihat kalau interferensi psikoterapi classic yang direncanakan untuk memajukan kesehatan kerap menimbulkan pengubahan kejiwaan yang berarti yang, kendati dipertahankan sepanjang beberapa bulan awal, lalu lenyap dengan cara bertahap dari hari ke hari. 

Menyebabkan, dan sesuai beberapa prinsip pendekatan biopsikososial, banyak pakar sekarang memiliki tujuan untuk memberinya perawatan yang berkepanjangan dan menyeluruh pada pasien sesuai style holistik yang lebih efektif. 

perawatan kesehatan, psikoterapi kelompok dalam, Psikodrama


Apa itu Psikodrama?

Model perawatan ini pun penting untuk menyikapi persoalan sosial yang tampak, khususnya antara komunitas yang mudah. Di masalah itu sudah dikukuhkan beberapa penyembuhan menurut therapy grup, diantaranya yaitu psikodrama. Psikodrama, kali pertama dicetak oleh Jacob Levy Moreno di tahun 1921, yaitu model psikoterapi yang awalannya dimengerti selaku "psikoterapi kelompok dalam", yang mendapat ide oleh teater improvisasi. Hal kunci dari psikodrama yaitu dramatisasi oleh pasien dari sekumpulan kejadian seakan-akan terjadi di kala sekarang ini. Sepanjang interferensi psikodrama, penekanan ditaruh tidak sekedar atas sesuatu yang pasien tuturkan dan juga atas sesuatu yang mereka kerjakan (perlakuan) sepanjang dramatisasi.

 Menurut para ahli

Menurut psikodrama classic Moreno, tiap-tiap babak terdiri dari 3 tahap pemanasan, perbuatan, dan share. (a) Pemanasan yaitu step penyiapan di mana contact awalnya tersambung di antara sutradara dan anggota kelompok; sepanjang step ini, arahnya ialah untuk memajukan hubungan grup dan berperan dalam latihan yang direncanakan untuk dengan cara bertahap tingkatkan spontanitas, kurangi rintangan untuk share pengalaman sendiri dan tingkatkan andil peserta dalam babak. (b) Tahap perbuatan (enactment) yaitu waktu berlangsungnya perbuatan sensasional (hal pokok psikodrama); protagonis naik ke pentas dan memainkan peran episode simbolik atau fakta mereka; lalu, sekumpulan episode lain dimainkan yang mensimulasikan kondisi kehidupan fakta dan merepresentasikan kejadian masa lampau, halangan sekarang atau peluang periode depan; dalam kata lain, segalanya yang merisaukan protagonis diwakilkan di atas pentas; kejadian krusial di masa lampau mereka dieksploitasi, berikan mereka peluang tidak sekedar untuk ceritakan dan menjalaninya, dan juga untuk melakukan tindakan menurut mereka dan menyatukannya kembali dengan metode anyar, hingga cari resolusi untuk perselisihan yang diakibatkan; arahnya ialah untuk melepas diri dari prasangka, untuk mendekonstruksi dan merekonstruksi bagian intern pasien pada proses yang diketahui selaku katarsis atau pengerahan masuk akal dan emosional.

Bagaimana arahnya Psikodrama?

Arahnya yaitu supaya pasien mendapat pemahaman yang semakin besar terkait kondisi mereka supaya memungkinnya mereka untuk menyelesaikan perasaan dan pikiran mereka dengan lebih bagus dan tingkatkan individu mereka. sumber daya dan kemampuan.

Teknik Psikodrama

Tehnik psikoterapi ini tawarkan beragam peluang jika diimplikasikan di program perawatan kesehatan psikis, dan laporan sudah diedarkan terkait interferensi yang efisien dengan pasien medis yang menanggung derita problem kejiwaan yang tidak sama, misalkan dan orang dengan tanda-tanda subklinis, misalkan, dan selaku sisi dari gagasan peningkatan individu yang dialamatkan untuk, misalkan, tingkatkan ketrampilan sosial, tingkatkan harga diri atau mengganti sikap, misalkan. Sekumpulan study menarik yang lain yaitu yang sedang dilakukan pada tingkat komune yang focus di program penghambatan interdisipliner yang dijalankan di sekolah, misalkan. 

Psikodrama mengaryakan lima bagian inti (a) protagonis, satu orang dari grup yang memainkan peran, dalam episode tidak serupa, peranan yang berkaitan dengan peluang kesusahan dan/atau kekuatan pribadi; tidak semacam pada teater fakta, pemain pula penulis kreasi mereka sendiri; (b) ego tambahan, pembantu yang penuhi kriteria yang mainkan peranan selaku terapi bersama; mereka arahkan protagonis sementara pada waktu yang serupa bertindak selaku peneliti external dari episode yang dimainkan; arah mereka ialah untuk mainkan peranan yang sama sama lengkapi; (c) direktur, yang bertindak selaku terapi dan analis; direktur bertanggungjawab untuk menuntun babak dan untuk mengawasi perkembangan proses psikoterapi; karenanya mereka bertanggungjawab untuk pilih siasat therapy yang paling pas dan gunakan tehnik psikodrama yang tidak sama sesuai sama kepentingan; (d) pemirsa, terbagi dalam anggota grup lainnya; pemirsa bisa menolong dengan bertindak selaku "kotak nada", memperkokoh atau memperkokoh kesan protagonis dan mengaku dan menyadari pengalaman mereka, hingga menolong tiap-tiap orang mengetahui perselisihan mereka sendiri; dan (e) pentas, area tertentu di mana episode itu terjadi dan dimainkan; pentas memungkinnya protagonis untuk sebagai wakil dunia batin mereka dan mainkan seluruhnya mimpi dan fantasi mereka, hingga jadi "area peluang".

Pada akhirnya, (c) share, yaitu tahap di mana grup share pengalaman dan emosi yang dipecut oleh babak, tanpa ada interpretasi masuk akal atau pertanyaan yang diperkenankan; menyebabkan, pasien (dan terkadang beragam anggota grup) kemungkinan mendapati metode untuk mengorganisasikan dunia mereka secara emosional atau kognitif. berikan mereka peluang tidak sekedar untuk ceritakan dan menjalaninya tapi pula untuk melakukan tindakan menurut mereka dan menyatukannya kembali lewat cara anyar, hingga cari penuntasan atas perselisihan yang diakibatkan; arahnya ialah untuk melepas diri dari prasangka, untuk mendekonstruksi dan merekonstruksi bagian intern pasien pada proses yang diketahui selaku katarsis atau pengerahan masuk akal dan emosional. Pada akhirnya, (c) share, yaitu tahap di mana grup share pengalaman dan emosi yang dipecut oleh babak, tanpa ada interpretasi atau pertanyaan masuk akal yang diperkenankan; menyebabkan, pasien (dan terkadang beragam anggota grup) kemungkinan mendapati metode untuk mengorganisasikan dunia mereka secara emosional atau kognitif. 

Berikan peserta peluang

Berikan mereka peluang tidak sekedar untuk ceritakan dan menjalaninya dan juga untuk melakukan tindakan menurut mereka dan menyatukannya kembali lewat cara anyar, hingga cari penuntasan atas perselisihan yang diakibatkan; arahnya ialah untuk melepas diri dari prasangka, untuk mendekonstruksi dan merekonstruksi bagian intern pasien pada proses yang diketahui selaku katarsis atau pengerahan masuk akal dan emosional. 

Pada akhirnya, (c) share, yaitu tahap di mana grup share pengalaman dan emosi yang dipecut oleh babak, tanpa ada interpretasi masuk akal atau pertanyaan yang diperkenankan; menyebabkan, pasien (dan terkadang beragam anggota kelompok) kemungkinan mendapati metode untuk mengorganisasikan dunia mereka secara emosional atau kognitif. untuk mendekonstruksi dan merekonstruksi bagian intern pasien pada proses yang diketahui selaku katarsis atau pengerahan masuk akal dan emosional. Pada akhirnya, (c) share, yaitu tahap di mana grup share pengalaman dan emosi yang dipecut oleh babak, tanpa ada interpretasi masuk akal atau pertanyaan yang diperkenankan; menyebabkan, pasien (dan terkadang beragam anggota grup) kemungkinan mendapati metode untuk mengorganisasikan dunia mereka secara emosional atau kognitif. untuk mendekonstruksi dan merekonstruksi bagian intern pasien pada proses yang diketahui selaku katarsis atau pengerahan masuk akal dan emosional. Pada akhirnya, (c) share, yaitu tahap di mana grup share pengalaman dan emosi yang dipecut oleh babak, tanpa ada interpretasi masuk akal atau pertanyaan yang diperkenankan; menyebabkan, pasien (dan terkadang beragam anggota grup) kemungkinan mendapati metode untuk mengorganisasikan dunia mereka secara emosional atau kognitif.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
Health,lifestyle